
Dispepsia adalah sindroma atau kumpulan gejala yang disebabkan karena keluhan saluran pencernaan bagian atas yang dapat berupa mual atau muntah, kembung, dysphagia, rasa penuh, nyeri perut bagian atas atau dada yang berlangsung lebih dari 3 bulan. Sifatnya kronik.
Ada dua dispepsia yaitu dispepsia organik dan dispepsia fungsional.
Dispepsia organik, sindroma dispepsia yang telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya, seperti tukak (luka) lambung, usus dua belas jari, radang pankreas, radang empedu.
Dispepsia fungsional atau non organik berupa keluhan dispepsia tanpa didapatkan kelainan atau gangguan struktural organ tubuh berdasarkan, pemeriksaan klinis, laboratorium, radiologi, dan endoskopi
Gejala-gejala dispepsia antara lain : nyeri ulu hati, mual, muntah, tidak nafsu makan, kembung, penurunan berat badan, perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan. Yang kronis bisa tidak ada keluhan jika ada hanya sakit yang ringan pada perut bagian atas dan terasa penuh atau kehilangan selera makan.
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunedeficiency syndrome adalah kumpulan beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV.
Cara penularan HIV/AIDS antara lain melalui:
- Darah dari orang yang terinfeksi HIV. Contohnya saat tranfusi darah, alat suntik yang disuntikkan ke tubuh,terkena darah pada kulit terbuka, dansebagainya.
- berhubungan sex dengan orang yang terinfeksi HIV.
- air susu ibu yang HIV positif.
HIV tidak menular jika kita berjabatan tangan atau berpelukan dengan orang yang terinfeksi HIV, makan sepiring atau makan bekas dari orang yang terinfeksi HIV. Jadi jangan takut berdekatan dengan orang yang terkena HIV/AIDS. Jangan mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan dari kita. Tingkatkan pengetahuan yang benar tentang HIV/AIDS sehingga bisa berbagi informasi dengan masyarakat.
Bagi yang ingin mengetahui status HIV/AIDS bisa mengunjungi klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) setempat.
Definisi hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang abnormal dengan tekanan darah sistolik (TDS) > 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik (TDD) > 90 mmHg.
Ada 2 macam hipertensi berdasarkan penyebabnya, yaitu hipertensi esensial dan hipertensi sekunder.
Hipertensi esensial adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya. Lebih kurang 90% penderita hipertensi adalah hipertensi esensial.
Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui penyebabnya.
Penyebab hipertensi sekunder antara lain :
- penyakit ginjal
- kelainan hormonal
- kelainan pembuluh darah (koartasio aorta)
- obat-obatan ( pil kb, kortikosteroid, kelainan alkohol).
Klasifikasi hipertensi menurut JNC-7 2003 adalah sebagai berikut:
- Tekanan darah normal: tekanan sistolik < 120mmHg dan tekanan diastolik < 80mmHg.
- Pre-Hipertensi : Tekanan sistolik120-139 mmHg dan/atau Tekanan diastolik 80-90mmHg.
- Hipertensi: Stadium I : Tekanan sistolik 140-159 mmHg dan/ atau tekanan diastolik 90-99mmHg dan Stadium II: Tekanan sistolik > 160 mmHg dan/ atau Tekanan diastolik > 100 mmHg.
Penatalaksanaan hipertensi esensial
Penatalaksanaan secara umum, tidak dengan obat-obatan, antara lain:
- Diet rendah garam,rendah lemak, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran
- berhenti merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol
- menurunkan berat badan
- olahraga ringan secara teratur, misal seminggu 3x selama 30 menit
- menghilangkan stress
Demam dengue(dengue fever) adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Nyamuk aedes aegypti menggigit manusia yang sakit kemudian menularkan ke manusia sehat.
Demam berdarah dengue (Dengue Haemorhagic Fever) adalah bentuk demam dengue yang lebih berat, bisa timbul manifestasi klinik adanya perdarahan di bawah kulit bahkan mimisan, perdarahan gusi. Jika manifestasi klinik semakin berat bisa terjadi Dengue Shock Syndrom.
Apakah gejala-gejala infeksi virus Demam dengue?
setelah digigit nyamuk aedes aegypti yang membawa virus, masa inkubasi biasanya 4 sampai 7 hari.
timbul gejala-gejala meliputi ;
panas tinggi hingga lebih dari 38 derajat celcius yang berlangsung 3 sampai 7 hari, nyeri otot dan persendian, mual muntah, gangguan pencernaan (konstipasi/ diare), nyeri perut, adanya bintik-bintik kemerahan pada kulit.
Apakah gejala-gejala Demam Berdarah Dengue?
terdapat gejala demam dengue dan ditambah dengan adanya perdarahan spontan, seperti bintik-bintik merah pada kulit yang tidak hilang jika ditekan terutama pada pergelangan tangan dan kaki, mimisan, perdarahan gusi. Bisa timbul pembengkakan organ hati dan limpa.
Pemeriksaan laboratorium :
Trombositopenia yaitu jumlah trombosit <100.000/mmkubik.
nilai hematokrit > 20 % melebihi nilai normal.
Pemeriksaan Rontgen :
terdapat Efusi pleura (cairan dalam paru - paru) atau ascites (penumpukan cairan dalam rongga perut).
Jika gejala semakin berat bisa timbul Dengue Shock syndrome (DSS) yaitu gejala Demam Berdarah Dengue yang disertai dengan penurunan kesadaran, penurunan tekanan darah, nadi teraba sangat cepat dan lemah, tangan dan kaki teraba dingin.
WHO (1997) membagi 4 derajat manifestasi klinik Demam Berdarah Dengue :
Derajat I : Demam disertai gejala-gejala umum yang tidak khas dan manifestasi perdarahan spontan tampak dengan uji torniquet.
Derajat II : gejala-gejala derajat I disertai dengan perdarahan kulit spontan atau perdarahan yang lebih berat.
Derajat III : terdapat kegagalan sirkulasi yaitu,nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menyempit (< 20 mmHg), hipotensi tetapi masih terukur, tangan dan kaki dingin.
Derajat IV : fase shock, kesadaran menurun, nadi sangat lemah sampai tidak teraba, tekanan darah tidak terukur.
Bagaimana perawatan penderita?
Prinsipnya adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus belum ada obatnya.
Penanganan dilakukan untuk menghilangkan gejala-gejala. Penanganan bisa dilakukan di rumah jika penderita masih bisa makan dan minum sendiri, tidak ada mual muntah yang berat. Perawatan dapat dilakukan dengan memberikan diet tinggi kalori tinggi protein, pemberian obat penurun panas, pereda nyeri, anti muntah jika perlu.
Jika kondisi pasien tidak membaik atau ada tanda-tanda shock segera bawa ke rumah sakit.
Bagaimana pencegahan yang harus dilakukan?
biasanya munculnya penyakit ini pada awal musim penghujan dan selama musim penghujan. Pencegahan dilakukan dengan gerakan 3M yaitu menguras bak air minimal seminggu sekali, menutup tempat-tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Sedikit cerita tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Bagaimana orang tua menyikapi hal ini dengan benar sangat menentukan masa depan anak. Saat pertama kali mendengar hal itu wajar jika orang tua menjadi sedih sampai menangis tiap malam. Tetapi kedewasaan orang tua harus ditunjukkan. Bisa dimulai dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Apa yang harus dilakukan, perlukah pengobatan biomedis untuk anak ini, pemeriksaan apa yang menunjang, harus konsultasi ke siapa saja, kapan anak mendapat terapi perilaku dan sebagainya.
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mempunyai kebutuhan yang sama dengan anak biasa dalam pendidikan dan kasih sayang, bahkan mereka perlu perhatian lebih untuk mempelajari hal yang remeh sekalipun dengan kekurangannya. Anak biasa 2 sampai 3 kali ulangan sudah bisa, ABK lebih dari 10 kali ulangan belum tentu bisa. Tetapi jangan dijadikan kekurangan dan kesulitannya dalam belajar timbul rasa kasihan atau iba yang bisa menghambat proses mereka dalam mengenal, mempelajari, dan memahami. Diperlukan kedisiplinan dari orang tua dalam memberi pelajaran dan perhatian untuk ABK. Menghargai setiap kerja keras Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) apa pun hasilnya memacu mereka untuk dapat lebih baik lagi. Setiap anak mempunyai potensi, orang tua harus pandai menangkap potensi yang ada dan mengembangkannya.
Bisakah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mempunyai kesempatan untuk bersekolah umum dan berbaur dengan anak normal? Dengan Program Inklusi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bisa belajar dengan anak biasa atau normal. Peranan orang tua sangat membantu, tidak perlu malu, atau pun gengsi mengakui mereka sebagai Anak Berkebutuhan Khusus. Berpikir positif saja. Semua yang dilakukan untuk Anak Berkebutuhan Khusus adalah suatu proses sehingga tidak dapat dilakukan dengan segera atau instant. Belajar dan belajar dengan yang seharusnya bukan memaksakan kehendak kita yang tidak sesuai kemampuan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dan berdoa kepada Tuhan sang Pencipta karena Anak Berkebutuhan Khusus di mata Tuhan adalah ciptaanNya yang dipercayakan kepada orang tua yang dipilihNya.
